Jumat, 23 Januari 2015

Filsafat Positivisme



Filsafat Positivisme
Kehidupan kita sekarangini sudah sangat jauh dari hukum-hukum alam, yang digantikan oleh hukum-hukum buatan manusia sendiri yang sangat egoistis dan mengandung nilai hedonis yang sangat besar, sehingga kita pun merasakannbetapa banyaknya bencana yang melanda diri kita. Etika hubungan kita yang humanis dengan tiga komponen relasional hidup kita sudah terabaikan begitu jauh, jadi  jangan harap hidup kita di masa mendatang akan tetap lestari dan berlangsuung harmonis dengan alam.
Pengertian Positivisme
Positivisme merupakan Aliran pemikiran yang membatasi pikiran pada segala hal yang dapat dibuktikan dengan pengamatan atau pada analisis definisi dan relasi antara istilah-istilah. Positivisme (disebut juga sebagai empirisme logis, empirisme rasional, dan juga neo-positivisme) adalah sebuah filsafat yang berasal dari Lingkaran Wina pada tahun 1920-an. Positivisme Logis berpendapat bahwa filsafat harus mengikuti rigoritas yang sama dengan sains. Filsafat harus dapat memberikan kriteria yang ketat untuk menetapkan apakah sebuah pernyataan adalah benar, salah atau tidak memiliki arti sama sekali.
Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivismemerupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan.
Tokoh-tokoh yang menganut paham positivisme logis ini antara lain Moritz SchlickRudolf CarnapOtto Neurath, dan A.J. AyerKarl Popper, meski awalnya tergabung dalam kelompok Lingkaran Wina, adalah salah satu kritikus utama terhadap pendekatan neo-positivis ini.
Secara umum, para penganut paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme , naturalisme, filsafat dan empirisme.

Ajaran-Ajaran dalam Positivisme
1.      Dalam alam terhadap hukum yang dapat diketahui.
2.      Dalam alam penyebab benda-benda tidakdapat diketahui.
3.      Setiap pernyataan yang pada prinsipnya tidak dapat direduksikan ke pernyataan sedehana mengenai fakta, baik khusus maupun umum.
4.      Hanya berhubungan antara fakta yang dapat diketahui.
5.      Perkembangan intelektual merupakan sebab utama perubahan social.

Tahap Pemikiran Manusia
Menurut comte perkembangan manusia dibagi kedalam 3 tahap perkembangan yaitu yang pertama tahap teologik, kemudian berkembang ke tahap metafisika, dan akan berkembang ketahap yang terakhir yaitu tahap positif.
1. Tahap Taelogik
      Tahap teologik bersifat melekatkan manusia kepada selain manusia seperti alam atau apa yang ada dibaliknya. Pada zaman ini atau tahap ini seseorang mengarahkan rohnya pada hakikat batiniah segala sesuatu, kepada sebab pertama, dan tujuan terahir segala sesuatu. Menurutnya benda-benda pada zaman ini merupakan ungkapan dari supernaturalisme, bermula dari suatu faham yang mempercayai adanya kekuatan magis dibenda-benda tertentu, ini adalah tahap teologis yang paling primitif. kemudian mempercayai pada banyak Tuhan, saat itu orang menurunkan hal-hal tertentu seluruhnya masing-masing diturunkannya dari suatu kekuatan adikodrati, yang melatar belakanginya, sedemikian rupa, sehingga tiap kawasan gejala-gejala memiliki dewa-dewanya sendiri. Dan kemudian menjadi monoteisme ini adalah suatu tahap tertinggi yang mana saat itu manusia menyatukan Tuhan-Tuhannya menjadi satu tokoh tertinggi. Ini adalah abad monarkhi dan kekuasaan mutlak. Ini menurutnya adalah abad kekanak-kanakan.
2. Tahap Metafisik
      Tahap metafisik sebenarnya merupakan suatu masa dimana disini adalah masa perubahan dari masa teologik, dimana pada masa teologik tersebut seseorang hanya percaya pada satu doktrin saja dan tidak mencoba untuk mengkritisinya. Dan ketika manusia mencapai tahap metafisika ia mulai bertanya-tanya dan mulai untuk mencari bukti-bukti yang nyata terhadap pandangan suatu doktrin. Tahap metafisik menggunakan kekuatan atau bukti yang nyata yang dapat berhubungan langsung  dengan manusia. Ini adalah abad nasionalisme dan kedaulatan umum sudah mulai tampak, atau sring kali tahap ini disebut sebagai abad remaja
3. Tahap Positif
Tahap positif berusaha untuk menemukan hubungan seragam dalam gejala. Pada tahap ini seseorang tahu bahwa tiada gunanya untuk mempertanyakan atau pengetahuan yang mutlak, baik secara teologis ataupun secara metafisika. Pada tahap ini orang berusaha untuk menemukan hukum dari segala sesuatu dari berbagi eksperimen yang pada akhirnya akan menghasilan fakta-fakta ilmiah, terbukti dan dapat dipertanggung jawabkan. Pada tahap ini menerangkan berarti: fakta-fakta yang khusus dihubungkan dengan suatu fakta umum




Aku ingin Sukses



Kunci Menuju Sukses
Sukses itu merupakan salah satu bentuk dari kerja keras seseorang dalam menjalani pekerjaan yang dilakukan demi keinginan yang diimpikan. Sukses itu berawal dari pemikiran seseorang dalam meraih kesuksesan dan beberapa kerja keras yang dijalani hingga mencapai puncak keberhasilan.
Kunci dari kesuksesan itu bisa diakibatkan oleh beberapa sebab, sebagai contoh karena sabar, rajin, tidak membuang waktu, gemar bekerja dan belajar, hingga senang dengan apa yang dilakukannya. Hal ini menjadi salah satu hal penentu kesuksesan seseorang. Bila dalam suatu sebab kesuksesan itu menghampiri maka dalam kenyataannya adalah pekerjaan mereka yang menentukan impian mereka menjadi berhasil. Orang sukses bisa didapatkan oleh siapa saja, termasuk anda. Hal ini dikarenakan sukses itu bermacam - macam dan berbagai bidang yang dilakukan. Sehingga untuk mendapatkan kunci dari keberhasilan atau kesuksesan seseorang dalam meraih apa yang diinginkan maka anda harus memiliki pedoman dimana anda bisa merasakan apa yang ada didalam kehidupan anda dengan apa adanya.
Beberapa cara untuk meningkatakan pengalaman yang dapat anda lakukan untuk mendapatkan kunci kesuksesan :

1. Ketenangan Berpikir

Berpikir itu memerlukan ketenangan, bila anda merasakan bahwa hati anda akan selalu membantu hati anda maka dengan cara merasakan suara hati anda dan berpikirlah dengan tenang. terkadang orang yang akan memperoleh kesuksesan itu sering sekali berpikir baik, berprasangka baik, dan selalu melaksanakan ibadah rutin. Kesuksesan itu berawal dari ilmu yang diberikan sang pencipta, sehingga hal ini adalah sakral dan harus dilakukan untuk menunjang kesuksesan lebih baik lagi.

3. Selalu Belajar dan Bekerja

Belajar sambil bekerja itu merupakan salah satu hal yang harus dilakukan oleh orang - orang yang menginginkan kesuksesannya menjadi kenyataan. Karena dengan bekerja itu beribadah dan menafkahi orang yang dicintai, serta bila belajar dari kesalahan itu membuat suatu pekerjaan lebih berkembang dan menyebabkan perubahan baik.

4. Melakukan Hal Baik

Hal baik seperti tidak menyakiti hati orang lain, bila orang lain menyakiti perasaan atau hal lain itu tidak dipikirkan dan dianggap suatu candaan, menjaga perilaku dan selalu berbuat baik kepada orang lain, sedekah yang diberikan secara tulus itu merupakan kunci dari kesuksesan yang besar. Sehingga bila menginginkan kesuksesan yang ampuh itu sebaiknya berdasarkan kebaikan yang dilakukan secara tulus dan ikhlas.

5. Berpikir Positif

Suatu peristiwa penting yang harus dilestarikan oleh orang - orang yang menginginkan kesuksesannya adalah berpikir positif, seperti halnya penemu hebat mereka membuat perubahan hanya dengan berpikir positif. Karena dengan berpikir positif suatu pekerjaan itu akan berlangsung indah dan menghasilkan perbaikan yang luar biasa. Sehingga berpikir positif itu memberikan segalanya yang orang inginkan untuk kebaikan bersama.

6. Hati Merasa Senang

Ketika orang merasakan kesenangan dalam berhubungan dengan pekerjaan mereka, maka hal inilah yang akan mengantarkan seseorang dalam meraih kesuksesan. Anda juga bisa menginginkan kesuksesan yang anda lakukan dengan senang hati. Oleh sebab itu untuk menjadikan kebaikan anda menjadi lebih baik maka merasalah senang, karena dengan senang itu dapat membantu pekerjaan apa saja yang anda kerjakan untuk impian anda selanjutnya. Bersenang - senanglah selagi senggang, seperti tersenyum, tertawa, merasa gembira, dan lain sebagainya. Hal inilah yang akan membantu anda di masa depan.

7. Menjaga Perkataan dan Tindakan

Seseorang yang merasakan bahwa dirinya adalah kekuatan maka akan menandakan dengan perkataan dan tindakan. Bila anda merasa bahwa tindakan dan perkataan anda selalu baik dan tidak pernah berbicara kotor, menyinggung orang, dan sebagainya itu adalah sifat orang yang memiliki kunci kesuksesan. Dimana seseorang dapat menerapkan perkataan yang baik, tindakan yang baik seperti beramal, sedekah, memberikan barang yang berguna bagi orang lain dengan tidak melebihi batas, memberikan bantuan berupa pengalaman kepada orang lain merupakan tanda dari orang yang memiliki kunci kesuksesan.

8. Kegigihan dan keberanian
Kehidupan ini tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan dan butuhkan. Kita harus berusaha terlebih dahulu agar kebutuhan dan keinginan kita terpenuhi. Proses juga tidak selalu berjalan mulus, butuh kegigihan dan keberanian untuk menghadapi setiap tantangan dan terus berusaha hingga berhasil. Kegigihan dan keberanian adalah kunci kesuksesan, karena keduanya membuat anda melihat peluang dan harapan. Lalu Anda kembali termotivasi untuk meningkatkan kemampuan dan berjuang hingga sampai ke tujuan. Keduanya juga akan mendorong anda memikirkan terobosan baru dan berusaha lebih keras untuk mencapai tujuan dengan cara yang lebih efektif dan efisien.


Apa Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan?



Buah Lidah Buaya
Lidah buaya merupakan tumbuhan Jenis Obat yang kadang di Kenal dengan Aleo vera atau yang memiliki nama latin Aloe barbadensis Milleer, tumbuhan ini sudah sangat di kenal ribuan tahun yang lalu sebagai tanaman yang mampu untuk menyuburkan Rambut, penyembuhan luka dan juga perawatan pada kulit, Tumbuhan ini juga sangat mudah kita jumpai di Kawasan Kering di Afrika, Namun tidak perlu jauh-jauh ke Afrika, saat ini di Indonesia sudah bisa kita temuakan dengan mudah Lidah buaya ini.

Kandungan
Lidah buaya memiliki banyak kandungan senyawa biologis aktif, seperti: mannans asetat, polymannans, antrakuinon, berbagai lektin dan zat saponin dan senyawa antrakuinon. Senyawa antrakuinon yang terdapat pada lidah buaya merupakan zat yang dapat menangkal bakteri.

Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan

Mengatasi Diabetes
Konsumsi lidah buaya dengan cara tertentu akan dapat membantu  dalam menurunkan level gula darah untuk penderita diabetes. Caranya dengan merebus lidah buaya yang sudah dibuang durinya dengan air 3 gelas dan menyisakan air rebusan hingga setengahnya. Ramuan ini dapat dikonsumsi tiga kali per hari masing-masing setengah gelas.

Mengobati Luka
Dalam menangani luka-luka ringan, lidah buaya memiliki banyak fungsi. Anda dapat menggunakannya untuk mengobati luka bakar, meredakan rasa perih karena terbakar sinar matahari (sunburn), mengurangi warna lebam karena memar, meredakan rasa perih karena lecet, dan mengurangi kerusakan sel akibat frostbite.

Mengobati Wasir
Siapkan setengah dari batang lidah buaya beserta dua sendok madu dan setengah cangkir air matang. Cara membuatnya cukup mudah yaitu parut lidah buaya, kemudian ditambahkan madu dan setengah cangkir air matang pada parutan tadi. Aduk sampai rata ramuan ini dan saring kemudian. Minum ramuan ini tiga kali sehari.

Melancarkan pencernaan
Pencernaan yang sehat merupakan kunci dari tubuh yang sehat sebab pencernaan yang buruk dapat berujung pada berbagai macam penyakit. Nah, lidah buaya ini sudah dikenal sejak lama sebagai tanaman obat yang membantu melancarkan pencernaan dan menjaga pencernaan supaya tetap sehat.

Mengeluarkan racun dari dalam tubuh
Sama seperti rumput laut, lidah buaya merupakan tanaman yang mengandung gelatin. Gelatin tersebut berfungsi untuk menyerap racun yang berada pada usus dan mengeluarkannya bersama dengan kotoran. Proses detoksifikasi ini jelas sangat menguntungkan bagi tubuh Anda.


Kurikulum 2013



Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaan di tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah percobaan. Di tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Diharapkan, pada tahun 2015 telah diterapkan di seluruh jenjang pendidikan. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb, sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika. Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri.
Komponen Penilaian Hasil Belajar Berbasis Kurikulum 2013
Terdapat beberapa komponen penting yang perlu dipahami tentang kurikulum 2013, komponen yang dimaksud meliputi : kompetensi, standar kompetensi, kompetensi inti, kompetensi dasar, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, standar penilaian pendidikan, dan standar penilaian.
    1. Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik.
    2.  Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
    3.  Kompetensi Inti adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara  konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan/atau keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan atau jenjang pendidikan tertentu. Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi utama dalam aspek sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang harus dipelajari dan dimiliki peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran tertentu.
    4.  Kompetensi Dasar adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap dan atau keterampilan yang dimiliki pserta didik setelah pokok bahasan tertentu.
    5. Silabus adalah rencana pembelajaran pada semester tertentu yang mencakup  kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
    6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana pembelajaran detil pada suatu materi pokok atau tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, tujuan, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
7. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, instrumen, dan kriteria penilaian proses dan hasil belajar peserta didik.
8. Standar Penilaian untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut penilaian proses dan hasil belajar peserta didik.
Hakikat Penilaian dalam Kurikulum 2013
Terdapat tiga kegiatan yang saling terkait dalam kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik, yakni pengukuran (measurement), penilaian (assessment) dan evaluasi (evaluation). Ketiga istilah tersebut memiliki makna yang berbeda, walaupun memang saling berkaitan. Pengukuran adalah kegiatan membandingkan hasil pengamatan dengan suatu kriteria atau ukuran. Penilaian adalah proses mengumpulkan informasi/bukti melalui pengukuran, menafsirkan, mendeskripsikan, dan menginterpretasi bukti-bukti hasil pengukuran. Evaluasi adalah proses mengambil keputusan (judgment) berdasarkan hasil-hasil penilaian.       
Dari sisi kemampuan yang dinilai, cakupan penilaian meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pada Kurikulum 2013, aspek yang dinilai tergantung pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD).
1. SKL mencakup aspek sikap (attitude), pengetahuan (knowledge), dan
keterampilan (skills).
2. KI mencakup aspek kompetensi sebagai berikut:
a. KI-I: aspek sikap peserta didik terhadap Tuhan.
b. KI-II: aspek sikap peserta didik terhadap diri sendiri dan terhadap
lingkungannya.
c. KI-III: aspek pengetahuan peserta didik.
d. KI-IV:aspek keterampilan peserta didik.
3. Untuk setiap KI terdapat rumusan KD yang berbeda dengan pemberian
materi pokok tertentu. Jadi, untuk suatu materi pokok tertentu, muncul 4
KD sebagai berikut:
  1. KD pada KI-I: aspek sikap terhadap Tuhan (untuk mata Pelajaran tertentu bersifat generik, artinya berlaku untuk seluruh materi pokok)
  2. KD pada KI-II: aspek sikap terhadap diri sendiri dan lingkungannya           (untuk mata pelajaran tertentu bersifat relatif generik, namun beberapa materi pokok tertentu ada KD pada KI-II yang berbeda dengan KD lain pada KI-II).
  3. KD pada KI-III: aspek pengetahuan
  4. KD pada KI-IV: aspek keterampilan
Berbagai metode dan instrumen, baik formal maupun non formal dapat digunakan dalam penilaian untuk mengumpulkan informasi. Informasi yang dikumpulkan menyangkut semua perubahan yang terjadi baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Penilaian dapat dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk). Penilaian informal bisa berupa komentar-komentar guru yang diberikan, diucapkan selama proses pembelajaran, saat seorang peserta didik menjawab pertanyaan guru, saat seorang peserta didik atau beberapa peserta didik mengajukan pertanyaan kepada guru atau temannya, atau saat seorang peserta didik memberikan komentar terhadap jawaban guru atau peserta didik lain, guru telah melakukan penilaian informal terhadap performansi peserta didik tersebut. Penilaian proses formal, sebaliknya, merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dirancang untuk mengidentifikasi dan merekam pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Berbeda dengan penilaian proses informal, penilaian proses formal merupakan kegiatan yang disusun dan dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk membuat suatu simpulan tentang kemajuan peserta didik.